Foto: Budi "BoBo" Irawan/ Matanesia Pictures
Foto: Budi "BoBo" Irawan/ Matanesia Pictures
Label: budaya, east java, jawa timur, kiai kanjeng, surabaya, teater
Seorang pembuat batu bata menata batu bata mentah yang siap untuk dibakar di Desa Karanggeneg, Lamongan, Jumat (7/11/08). Memasuki musim penghujan, produksi batu bata dikawasan tersebut menjadi terhambat. Hujan yang turun menyebabkan proses pengeringan batu bata mentah menjadi dua kali lebih lama dari waktu biasanya. Batu bata yang telah dibakar/matang dijual dengan harga Rp.300.000 per 1000 batu bata.
Naskah/foto : Paulinus Hardi for Matanesia
Label: east java, jawa timur, lamongan
Kompetisi karapan sapi terbesar di Pulau Madura tahun ini kembali digelar. Kerapan sapi diikuti sebanyak 24 pasang Sapi yang berasal dari empat Kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang, pamekasan dan Sumenep.Kegiatan yang memperebutkan Piala Presiden itu masuk dalam salah satu tempat di Visit Indonesian Year 2008.
Pemerintah setempat menyiapkan berbagai kegiatan menarik sebagai rangkaian kegiatan yang dinamai Kerapan Gubeng itu, antara lain, Pameran Bunga Nasional, yang berisi tentang pameran berbagai macam bunga dari seluruh pelosok negeri. Kegiatan lain bernama Semalam di Madura yang menyajikan berbagai macam kesenian baik tari, musik maupun hasil seni seperti batik khas Madura.
Kompetisi Sapi Sono yang juga disajikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kerapan Gubeng.. Berbeda dengan kerapan sapi yang melombakan kecepatan berlari, Kompetisi sapi betina itu melombakan kecantikan dan keserasian langkah, gaya berjalan sapi jika dipadukan dengan musik pengiringnya.Sapi-sapi itu,umumnya berkulit mulus serta bertabur hiasan berwarna keemasan di bagian leher dan kepala. Sapi-sapi yang dilombakan akan berjalan lenggak-lenggok di hadapan juri. Semakin seksi lenggak lenggok sapi dan semakin sesuai dengan irama musik pengiring, semakin berpeluang menjadi sapi sono terbaik yang nantinya akan melambungkan harga. Harga sepasang sapi sono yang sudah terlatih bisa mencapai sekitar 80 jutaan.
Foto/naskah : Wirawan Dwi
Label: budaya, east java, kerapan sapi, madura
Alam memberikan segalanya, maka manusia mesti merawatnya dengan baik. Sedekah bumi yang berlangsung di desa Made kecamatan Sambikerep, Surabaya menjadi ritual tahunan sebagai wujud syukur warga desa.
Pengajian, kenduri dan olah raga gulat tradisional mengisi kegiatan sedekah bumi ini. "Ritual warga Sambikerep ini telah berlangsung sejak jaman perjuangan", kisah Seniman,tokoh adat desa Made, Sambikerep. Maka, persembahan hasil bumi seperti buah, sayur dan ternak yang terkumpul di punden desa dibagi kembali kepada semua warga.
Naskah/Foto : Rachmad Sudiarto
Agenda tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali di gelar, Minggu (03/08). JFC merupakan fashion show yang menggunakan jalan raya antara alun-alun hingga Gedung Olah Raga (GOR) kota Jember yang berjarak 3,6 Km sebagai catwalknya. Di sepanjang jalan tersebut melintas defile 450 peserta JFC. Pada gelaran yang ke-7 ini, JFC mengangkat tema besar 'World Evolution' yang diwujudkan dalam 8 defile yaitu roots (manusia akar), under sea, papua, robotik, barikade, off earth, gate 11, dan metamorphic.
Kegiatan yang diprakarsai sejak tahun 2001 oleh Dynand Fariz (presiden JFC) ini selalu menyajikan desain make up, pakaian, hingga tata rambut yang unik dan modern. Dan yang lebih menarik lagi desain tersebut merupakan hasil kreativitas para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum yang telah mendapatkan pelatihan. Untuk lebih menyemarakkan acara, pada gelaran kali ini ditambahkan sebuah performance marching band.
foto : Budi 'Bobo' Irawan
Kadar Soedarso (83 tahun), ketua BPD KCVRI (badan pimpinan harian daerah korp cacat veteran Republik Indonesia), berpose untuk pemotretan di kantornya, Jl Rajawali, Surabaya, Kamis (24/07). Pada masa mudanya, beliau pernah direkrut oleh tentara Jepang, sebelum akhirnya menjadi tentara BKR (Badan Keamanan Rakyat). Pangkat terakhir pria yang tidak pernah sekolah ini adalah Letnan Muda Purnawirawan Angkatan Darat.
Foto by Rachmad Sudiarto
Ratusan mahasiswa dari Komunitas Jendela (media komunikasi teater kampus) Surabaya dan 50 komunitas teater mahasiswa dari seluruh Indonesia menggelar karnaval budaya, Sabtu (26/07/08). Karnaval tersebut dimulai dari Eks-Museum Mpu Tantular dan berakhir di Taman Bungkul, Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari acara Temu Teman (Teater Mahasiswa Nasional) VI 2008 yang akan berlangsung hingga 2 Agustus mendatang. Tema besar yang diangkat pada Temu Teman kali ini adalah "Selamatkan Budaya Kita".
Foto : Budi 'Bobo' Irawan
Upacara Unan-Unan kembali dilaksanakan tahun ini di desa Ngadisari, kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo. Unan-Unan adalah salah satu ritual agung masyarakat Tengger selain Kasada dan Karo. Menurut Sudianto, sesepuh desa Ngadisari, Unan-Unan merupakan ritual bersih-bersih alam semesta dan umat manusia agar tidak ada gangguan bencana. Ritual ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali berdasarkan hitungan penanggalan Tengger. Ritual diawali dengan mengarak sesaji (berupa kerbau yang sudah disembelih) dari balai desa hingga ke sanggar pemujaan untuk kemudian dilakukan doa bersama.
Dalam prosesi Unan-Unan, beberapa penari Tayub bersama sesepuh desa menari bersama di punden-punden desa. Malam, harinya dilaksanakan pesta bersama menikmati daging kerbau yang telah dikorbankan.
Foto by Budi 'Bobo' Irawan

Festival Perkusi G-Walk 2008 kembali digelar di kawasan CitraRaya Surabaya. Limabelas kelompok perkusi tradisional dari Madura, Bondowoso, Madiun,Jember,Tulungagung dan Blitar tampil dalam pembukaan festival hari Sabtu (5/7). Festival yang digelar sejak tahun 2007 ini berlangsung mulai 5 Juli hingga 27 Juli nanti.

foto: Mamuk Ismuntoro/matanesia pictures
Label: east java, festival, G-walk, percussion
